Pangkal Pinang – Between 22-24 September 2026, Sahabat Cipta, in collaboration with the Bangka Belitung Islands Province Environment and Forestry Agency (DLHK), conducted training to enhance nature-based tourism businesses. The program involved 40 participants from 10 Forest Farmer Groups in Bangka Belitung which focus on nature tourism. This three-day training integrated nature tourism services with plastic waste recycling management, thereby generating added value in terms of both environmental and economic aspect for the forestry communities.
The training was led by an expert facilitator from the Extension and Human Resource Development Center (Region III Bogor) under the Ministry of Forestry. Participants underwent pre- and post-tests to assess the knowledge gained, ensuring the such knowledge could be applied in their daily activities.
This training is part of PIJAR, a RBP REDD+ GCF Output II program funded by BPDLH, with the primary objectives of improving environmental and natural resource management and enhancing the socio-economic well-being of communities in Bangka Belitung.
—
Pangkal Pinang – Pada 22-24 September 2026, Sahabat Cipta bersama dengan DLHK provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan pelatihan peningkatan usaha wisata alam untuk 40 peserta dari 10 Kelompok Tani Hutan di Bangka Belitung yang fokus pada wisata alam. Pelatihan jasa wisata alam selama 3 hari tersebut dipadukan dengan pengelolaan daur ulang sampah plastik sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat kehutanan.
Pelatihan dipimpin oleh seorang narasumber ahli dari Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah III Bogor, Kementerian Kehutanan. Para peserta diberikan pre- dan post-test untuk mengukur pengetahuan yang didapati sehingga ilmu yang didapati bisa diterapkan dalam aktivitas kesehariannya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program PIJAR, sebuah program RBP REDD+ GCF Output II yang didanai oleh BPDLH dengan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang lebih baik, dan peningkatan ekonomi sosial masyarakat di Bangka Belitung.


