Sahabat Cipta Foundation

Kesaksian

"Mengejutkan, mereka lebih memilih gula kita, meskipun itu jauh lebih mahal!"

(Nursalim, 35, prosesor gula kelapa)

Melalui proyek CSESnya, Sahabat Cipta memfasilitasi prosesor gula kelapa di kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dalam membuat gula dengan menggunakan pengawet alami, sebagai pengganti bahan pengawet kimia mereka biasanya digunakan, dan menerapkan praktik-praktik yang baik dalam pengolahan penirisan, pengawetan, pemasakan nira kelapa dan pengemasan produk gula. Hasilnya, rasa gula kelapa yang lebih baik dan lebih sehat.

Nursalim, 35 tahun, prosesor gula kelapa termuda dari penerima manfaat proyek terkejut bahagia ketika mempelajari respon pasar terhadap gula kelapa yang dihasilkan. Melalui pedagang di pasar lokal di Petung, ia menemukan bahwa konsumen lebih memilih untuk membeli gula yang ia dan teman-temannya hasilkan, meskipun harga dua kali lebih tinggi seperti yang disediakan oleh prosesor lain dari luar wilayah yang ditargetkan proyek.

"Saya terkejut bahagia ketika pedagang terus meminta saya untuk menyediakan gula lebih banyak, karena lebih banyak konsumen yang meminta untuk itu, meskipun harganya dua kali lebih mahal", katanya.

 

"Ini adalah bukti kesinambungan program"

(Beta Wicaksono, Koordinator Program, MCL)

Proyek SEED, dilaksanakan oleh Yayasan Indonesia Swisscontact dan Sahabat Cipta sejak 2011 mendirikan KBSR, peternakan sapi potong kecil dengan kapasitas 60 sapi, di mana peternak dapat mengunjungi dan belajar tentang bisnis penggemukan sapi. Peternakan ini dikelola oleh 5 generasi muda setempat, yang dipimpin oleh Mohammad Ja'i, 29 tahun, yang dilatih  oleh proyek untuk mengambil tugas sebagai Manager KBSR.

Dalam lokakarya penutupan proyek pada bulan September 2014, Ja'i mengambil peran narasumber, menghadirkan prestasi KBSR untuk dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penonton, yang meliputi sesama petani, kepala desa, sub-kabupaten, dan kepala kantor peternakan Bojonegoro, pemerintah kabupaten, Jawa Timur. Menjadi narasumber mulai menjadi sifat kedua Ja'i, karena ia sering diminta untuk mengambil peran dalam acara yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan di kabupaten, termasuk organisasi pemerintah dan non-pemerintah.

Setelah menyaksikan presentasi Ja'i itu, perwakilan donor, Bpk. Beta Wicaksono, Koordinator Program Mobile Cepu Limited (MCL), menyatakan bahwa Ja'i adalah salah satu membuktikan keberlanjutan program. "Ini adalah pembuktian keberlanjutan program, ketika penerima telah mengambil alih peran fasilitator, ini adalah salah satu pembuktian bahwa program ini akan berkelanjutan", katanya dalam sambutan penutup ke workshop.

Bergabunglah Dengan Kami

Hubungi Kami

Sahabat Cipta Foundation

Jl. Mampang Prapatan XIV No. 47

Jakarta 12790, Indonesia

Tel. +62 21 7919 8690

Fax. +62 21 7919 8691

info@sahabatcipta.or.id

Anda disini: Beranda Kisah Kesaksian