Sahabat Cipta Foundation

Carrefour Indonesia: 3 universitas diajak ikut program capacity building

Carrefour Indonesia: 3 universitas diajak ikut program capacity building

JAKARTA: Carrefour Indonesia melakukan program pembinaan dan pendampingan (capacity building) bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia di 7 Kota di Indonesia sepanjang 2012-2013 menggandeng...

Dairy development in Ciater

Dairy development in Ciater

Danone Dairy Indonesia (DDI) has been created in 2004. Since this year the growth has been on average 40 to 50%. The milk is something that is no part of the heritage and the daily habits of the...

Javara produksi mete di Sikka untuk ekspor

Javara produksi mete di Sikka untuk ekspor

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Dua lembaga yang bergerak di bidang produksi pangan ringan, Javara Indigenous Indonesia dan Yayasan Sahabat Cipta siap memproduksi mete asal Sikka jadi makanan ringan...

Petani kakao binaan CocoBest berguru ke Abdya

Petani kakao binaan CocoBest berguru ke Abdya

ACEH BARAT DAYA – Meningkatkan kualitas tanaman kakao, sekitar 38 petani dari tiga Kabupaten di Aceh, yakni Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan Gayo Lues yang merupakan binaan Yayasan Sahabat Cipta...

  • Carrefour Indonesia: 3 universitas diajak ikut program capacity building

    Carrefour Indonesia: 3 universitas diajak ikut program capacity building

    Thursday, 12 February 2015 02:53
  • Dairy development in Ciater

    Dairy development in Ciater

    Thursday, 12 February 2015 03:01
  • Javara produksi mete di Sikka untuk ekspor

    Javara produksi mete di Sikka untuk ekspor

    Thursday, 12 February 2015 03:06
  • Petani kakao binaan CocoBest berguru ke Abdya

    Petani kakao binaan CocoBest berguru ke Abdya

    Thursday, 12 February 2015 03:11

SPOTLIGHT STORIES

PLB Beri Pelatihan Petani Pemandu

 

(29 Oktober 2016, Berau, Indonesia) - Untuk membantu meningkatkan produktivitas petani lada dan kakao di Kabupaten Berau, Sahabat Cipta yang bekerja sama dengan Koperasi Wanita Al-Barokah, menggelar pelatihan Pertanian Lestari Berau (PLB) di Palmy Exclusive Hotel, Sabtu (29/10).

 

Dalam pelatihan petani pemandu (Petandu) lada dan kakao tersebut, dihadiri 55 petandu lada dan 28 petandu kakao yang berasal dari 18 kampung di lima kecamatan yang menjadi target PLB.

Project Manager PLB Jupriansyah, mengatakan selain dihadiri para petandu kakao dan lada, pihaknya juga turut mengundang pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Berau, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan (BKP3) Berau, Dinas Perkebunan berau, yang sekaligus diminta membuka pelatihan serta Master Trainer (MT) Kakao dan lada.

“Pelatihan ini kami adakan untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) PLB yang rencananya akan diadakan November mendatang,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (29/10).

Dalam pelatihan, para petandu dibekali berbagai pengetahuan, keterampilan dan teknis untuk mengatasi permasalahan budidaya pada tanaman lada dan kakao.

“Pelatihan ini mengacu pada praktek pertanian yang baik, semisal pembibitan, peremajaan tanaman, penanganan hama dan penyakit, serta masih banyak lagi,” ucapnya.

“Kami juga membagi dua sesi kelas dalam pelatihan ini, yakni sesi kelas dan sesi praktik lapangan yang dilaksanakan di lokasi kebun demplot sebagai sarana kebun belajar,” sambungnya.

PLB merupakan proyek berbasis promosi pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Berau yang dilaksanakan Sahabat Cipta (SC) dan Koperasi Wanita (Kopwan) Al-Barokah.

“Proyek PLB ini juga merupakan bagian dari proyek kemakmuran hijau (Green Prosperity) yang dicetuskan oleh Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia) sebagai tindak lanjut penandatanganan hibah compact antara Pemerintah Indonesia dan Millenium Challenge Corporation (MCC),” jelas pria asal Makassar ini.

Setelah dilaksanakannya pelatihan tersebut, Jupriansyah mengharapkan petani yang ada di Berau bisa mengaplikasikan materi yang didapatkan saat sekolah lapang. Dengan begitu, peningkatan produktivitas yang diharapkan bisa terwujud.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berjalan waktu ada pendampingan saja, namun setelah program ini selesai, para petani tetap mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan. Dengan begitu proyek yang kami lakukan ini bisa sukses,” harapnya.

Di tempat yang sama, GM Palmu Exclusive Hotel Donal Heryawan, sangat mengapresiasi pelatihan yang diadakan oleh tim PLB.

“Kalau para petani bisa menerapkannya secara langsung seperti apa yang dilatih, tentunya hal ini akan membuat produktivitas pertanian, khususnya lada dan kakao akan sangat meningkat, sehingga secara tidak langsung akan mengundang investor untuk melirik Berau,” terangnya.

“Terlebih apabila nanti banyak investor yang datang, secara tidak langsung imbasnya ke roda perekonomian Berau akan berjalan sangat pesat, sehingga sektor-sektor yang lain seperti pariwisata akan turut terdongkrak dan pastinya bisnis perhotelan juga turut kena imbasnya,” tutupnya.

(Catatan: artikel yang ditulis */arp/udi dan bersumber dari http://epaper.beraupost.co.id/arsip/byTanggal/2016-10-30 ini mengalami penyesuaian nama-nama organisasi dan foto.)

Get Involved with Us

Contact Us

Sahabat Cipta Foundation

Jl. Mampang Prapatan XIV No. 47

Jakarta 12790, Indonesia

Tel. +62 21 7919 8690

Fax. +62 21 7919 8691

info@sahabatcipta.or.id 

You are here: Home News PLB Beri Pelatihan Petani Pemandu